Cegah Polio Dengan Intervensi WASH, PMI Sampang Bentuk Komite Pengelola MCK Komunal

banner 468x60

SAMPANG – Dalam upaya memperkuat keberlanjutan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio sejak tahun 2024, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sampang membentuk Komite Pengelola dan Pemelihara MCK Komunal sebagai bagian dari intervensi Program WASH (Water, Sanitation and Hygiene), Sabtu (14/06/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari Pembangunan MCK Komunal dukungan PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, IFRC (Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah), serta Australian Red Cross, dan menyasar wilayah-wilayah dengan potensi yang tinggi penyebaran Polio serta daerah dengan cakupan vaksinasi rendah.

| Pimpinan Rapat Pembentukan Komite

Hadir dalam kegiatan ini, Jajaran Pengurus PMI Kabupaten, Ketua PMI Kecamatan, Tim Respon KLB Polio, Perwakilan KSR/TSR dan 3 orang perwakilan Komite Pengelola/Pemelihara MCK Komunal dari 7 titik di 3 Kecamatan.

Ketua PMI Kabupaten Sampang, H. Moh. Anwari Abdullah, SE, MM, menyampaikan bahwa pembentukan komite ini merupakan langkah penting untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat sendiri.

“Komite ini akan menjadi ujung tombak dalam mengatur penggunaan MCK secara tertib, menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas, serta memelihara kondisi bangunan agar tetap layak pakai. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing,” ujarnya dalam sambutan kegiatan.

| Diikuti oleh Warga Penerima Manfaat

Ia menambahkan, bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari KLB Polio yang terjadi pada tahun 2024 di Kabupaten Sampang. Polio sebagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kecacatan permanen, membutuhkan upaya pencegahan yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan dan perilaku.

“Melalui pendekatan WASH, PMI ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Tidak hanya membangun fisiknya, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perilaku hidup sehat, mulai dari hal paling mendasar seperti buang air besar di jamban yang bersih dan aman,” tegasnya.

Salah satu Ketua Komite Pengelola MCK Komunal, Nawafi, warga Dusun Depan, Desa Rongdalam, Kecamatan Omben, mengungkapkan rasa syukur dan komitmennya dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.

“Dulu sebagian besar masyarakat terbiasa buang air di sungai atau kebun, tapi sekarang kami sadar itu bisa berbahaya bagi kesehatan kita. Dengan adanya MCK ini, kami jadi lebih paham pentingnya hidup bersih. Kami akan jaga dan rawat fasilitas ini bersama-sama agar tetap bisa digunakan semua warga,” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti Promosi Kesehatan, Pengelolaan sanitasi dan edukasi kesehatan terus dilanjutkan oleh PMI agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

H. Anwari juga mengapresiasi kontribusi aktif masyarakat, khususnya warga penerima manfaat, yang telah terlibat sejak awal proses pembangunan hingga kini masuk dalam tahap pengelolaan. Menurutnya, partisipasi masyarakat adalah kunci utama keberhasilan program yang berbasis kebutuhan lokal ini.

Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi lingkungan sekitar MCK. Fasilitas sanitasi, lanjutnya, tidak hanya harus berfungsi dengan baik, tetapi juga terjaga kebersihannya, memiliki sistem pembuangan yang layak, pencahayaan memadai, serta informasi penggunaan yang mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.

| Komite Pengelola MCK Komunal

Di akhir kegiatan, PMI mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan menjaga komitmen bersama agar manfaat dari program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *